
Sekejap kurasa tersayup jauh
Merangkumi batas kesanggupan
Sekejap itu jelma ia di depan mata
Menggapainya seperti mutlak
Pengabdian yang bertali arus
Kekadang aku terpekik lolong
Mencambuk jiwa melolosi nafsu
Berperang...bertempur...berjuang
Tewas? Jangan dikira bilangannya
Selimut malas juga sering menebar
Aku berpusing dalam riuk bodoh
Aku leka dalam neon harta
Aku kagum dalam pandangan kasar
Aku seronok dalam ilusi nafsu
Aku berteleku alpa...yang aku alpa
Zaid bin Haritha, Jaafar Abi Talib, Abdullah bin Rawahah
Lamunanku kandas….asyikku kaku
Betapa hebatnya mereka
Lelasan semangat meresapi nadi
Bersama hiba yang menyedarkan
Mereka syahid…berkecai tubuh
Agar pegangan itu sampai mudah
Agar pegangan itu terus mekar
Tanpa mereka mengenaliku
Tanpa mereka harap terima kasihku
Pegangan itu perlu bersusur alir
Perlu bertunjang gagah di segenap persada
Tegak berdaulat ke akhir zaman
Walau kecil suaraku, akan kuturut laungkannya
Menghargai mereka yang syahid
Zaid bin Haritha, Jaafar Abi Talib, Abdullah bin Rawahah
Kalian teguh dalam ingatanku...
nahmy
4 Safar 1432